Kesetiaan Elisa Teruji dan
Patut Menjadi Pengganti Elia
2 Raja² 2:1-18
Syalom, selamat malam bapak2/ibu2 dan saudara2 sekalian,
Diawal saya belajar membuka usaha sendiri, saya membuka rental video. Saya mencari karyawan yang cukup pintar agar mudah diajari, tetapi dalam perjalanan waktu kemudian saya menyadari kesalahan saya. Karena karyawan yang kurang pintar itu ternyata masih bisa diajari supaya bisa menjadi pintar dan terampil, tetapi karakter karyawan jauh lebih sulit untuk dibentuk dan itu jauh lebih penting.
Dalam bacaan perikop kita malam ini kita membaca Elisa bujang Nabi Elia itu begitu setia mendampingi Nabi Elia kemanapun dia pergi, tentunya dalam rangka tugas/pekerjaan dan pelayanannya sebagai nabi.
Kesetiaan Elisa merupakan karakter yang sangat penting dan berharga dalam perjalanan hidupnya dan untuk menggantikan Nabi Elia di kemudian hari ketika nabi Elia di panggil pulang Tuhan.
Pentingnya kesetiaan dapat kita baca juga pada kitab Lukas 16:10a: Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.
Dalam perjalanannya dari Gilgal ke Betel, Nabi Elia berkata kepada bujangnya Elisa untuk tinggal saja, tetapi Elisa mau ikut mendampingi Nabi Elia, padahal jarak Gilgal ke Betel kira-kira 15 km jauhnya, berjalan kaki atau naik unta di tengah panas teriknya matahari.
Setelah itu Nabi Elia mau pergi ke Yerikho dan sekali lagi dia berkata kepada bujangnya Elisa untuk tinggal saja, tetapi Elisa tetap mau ikut mendampingi Nabi Elia padahal perjalanan ke Yerikho lebih jauh lagi kira-kira 25 km berjalan kaki atau naik onta di siang hari yang panas terik.
Demikian juga ketika Nabi Elia diutus untuk pergi ke Sungai Yordan, dia berkata kepada bujangnya Elisa untuk tetap tinggal tetapi Elisa mau ikut juga.
Dari tiga peristiwa ini kita bisa melihat kesetiaan Elisa dalam melayani dan mengikuti Nabi Elia merupakan karakter yang kuat dan baik yang nantinya akan diperlukan dalam perjalanan hidupnya khususnya untuk menggantikan tugas/pekerjaan dan pelayanan Nabi Elia.
Setelah Nabi Elia dan bujangnya Elisa menyeberang Sungai Yordan, Nabi Elia dipanggil Tuhan dan terangkat ke Surga dalam badai.
Lalu Elisa pulang kembali menyeberangi Sungai Yordan, dia membelah Sungai Yordan dengan menggunakan jubah Nabi Elia yang ditinggalkan baginya, dia melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Elia.
Peristiwa ini disaksikan oleh 50 orang nabi dari Yerikho yang mengikuti mereka dari jauh. Dan melalui peristiwa ini para nabi menjadi tahu bahwa Elisa sekarang dipakai Tuhan untuk menggantikan Nabi Elia.
Dalam kitab Yehezkiel 15:8 yang berbunyi: dan Aku menjadikan negeri itu sunyi sepi, oleh karena mereka berobah setia, demikianlah firman Tuhan ALLAH."
Melalui perenungan kita malam ini marilah kita tetap setia dalam segala perkara.
Amin.
KPA Gereja Kristus Bogor
Kelompok Antiokia
Kiyatsujono Prabowo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar