Senin, 11 Juli 2022

EKSPOSISI PERIKOP YESAYA 41 : 8-20

"Dipegang Tuhan"

YESAYA 41 : 8 – 20

EKSPOSISI- ECCLESIA

Shalom Ibu Bpk yang terkasih dalam Tuhan,

Israel berada dalam masa pembuangan di Babel dan mengalami masa yang sulit dan penuh dengan tekanan. Keadaan ini membuat Israel tidak berdaya, kehilangan kekuatan dan pengharapan. Sehingga Israel merasa Tuhan melupakan dan menolak mereka. Namun dalam perikop ini, Allah mengingatkan Israel bahwa mereka adalah bangsa istimewa bagi Allah. Kasih Allah begitu besar pada Israel sehingga menjadikan mereka sebagai bangsa pilihan Allah (2 x tertulis dalam ayat 8 … telah kupilih dan ayat 9 … Aku telah memilih engkau). Tuhan menegaskan tidak hanya Israel telah dipilih, Israel juga dikasihi (ay 8) dan Israel adalah hamba-Ku (ay 8&9). Tuhan menegaskan bahwa Israel tidak dilupakan dan ditolak oleh Tuhan.

Dan sebanyak tiga kali perikop ini menuliskan 'Janganlah takut..' ayat 10, 13 dan 14, hal ini menyatakan peneguhan Allah pada Israel, walau dalam suasana pembuangan, kesulitan dan penderitaan yang mereka hadapi, agar mereka tidak takut, bimbang ataupun khawatir. Karena Kasih Allah yang besar Israel juga istimewa karena mendapat berkat khusus dari Allah. Ayat 10 sampai 19 kita bisa melihat berkat penyertaan, peneguhan, pertolongan, kekuatan, perlindungan dan kemenangan dari Tuhan. Tuhan yang sudah menebus (ay14) adalah Tuhan yang akan menolong mereka dan memberi mereka sukacita (ay 16… engkau ini akan bersorak sorai di dalam Tuhan) sehingga Israel dapat bermegah di dalam Tuhan, Yang Mahakudus, Allah Israel.

Berkat pemeliharaan Tuhan juga tertulis dalam ayat 17, 18 dan 19. Tuhan kita Tuhan yang peduli akan kesusahan umat-Nya dan tidak pernah meninggalkan mereka. Tuhan memberi janji peneguhan bagi umat-Nya. Seperti seorang anak yang baru pertama kali akan memasuki dunia sekolah, merasa cemas dan takut saat akan memasuki kelasnya, namun tangan Ibu atau Ayah mereka memegang untuk memberi peneguhan agar sang anak tidak takut. Ibu dan Ayah tidak akan membiarkan dan meninggalkan mereka begitu saja.

Scholar Os Guinness mengatakan: "To believe in God is to 'Let God be God. This is the chief business of faith". Saat kita mempercayakan diri pada Tuhan, biarkan Tuhan menjadi Tuhan, ini adalah hal utama dari sebuah iman percaya / sebuah keyakinan kata Scholar Os Guinness. Ayat 10, 13 dan 17 meneguhkan hal ini: Aku ini Allahmu, Aku ini Tuhan, Allahmu, Aku, Tuhan.

Memang tidak mudah, dan tidak kita pungkiri, saat 2 tahun lebih kita hidup dalam masa pandemi, ini membuat hampir semua orang di seluruh belahan dunia dalam keadaan tertekan, cemas dan takut. Semua rencana yang sudah dibuat kehilangan kekuatannya dan semua harapan kehilangan sinarnya. Banyak umat percaya juga bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi, merasa Tuhan melupakan dan menolak mereka.

Kiranya melalui perikop ini kita juga ditegaskan dan diteguhkan kembali bahwa sebagai orang percaya agar janganlah takut, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat pilihan-Nya, Tuhan tidak pernah melupakan dan menolak disaat kesusahan kita. Tuhan memegang dengan tangan kanan-Nya dan memberi kita kemenangan (ay10), Tuhan, Allah, memegang tangan kanan kita  (ay13). Tangan kanan dikatakan melambangkan sebuah tempat kehormatan dan status, seperti Tuhan Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah menunjukkan tempat kehormatan dan status Tuhan Yesus. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab Tuhan, Allahmu, Dia-lah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau (Ulangan 31:6).

Dengan membiarkan Tuhan menjadi Tuhan atas hidup kita, ingatlah ada tangan Tuhan yang selalu memegang, menolong dan menguatkan sehingga kita mampu melewati setiap persoalan dalam tuntunan tangan kanan-Nya.

Dan jangan lupakan segala kebaikan-kebaikan Tuhan dari segala yang sudah Tuhan buat dan ciptakan, kecaplah dan lihatlah, sehingga menjadi kesaksian bagi semua orang bahwa tangan Tuhanlah yang membuat semuanya dan Allah Israel, Yang Mahakudus lah yang menciptakannya.

Amin. (ws)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRESENTASI MATHETES, YESAYA 2:1-5, OLEH IBU LANNIWATY

Kelompok Mathetes 08 November 2022 Perikop : Yesaya 2 : 1-5 NEGARA : Menantikan penggenapan janji Allah, dengan berjalan di dalam terang-Nya...