Selasa, 19 Juli 2022

EKSPOSISI IBRANI 12:18-29 OLEH RAJA RAJA.

Bogor-KPA, 19 Juli 2022
Eksposisi dari kelompok Raja raja.

IBRANI 12:18-29
BERSYUKUR DAN BERIBADAH KEPADA-NYA (lihat Video)

Pendahuluan :
1. Ibrani adalah kitab yang isinya, " Semuanya berfokus tentang Yesus Kristus " 
(Christ oriented / all about Jesus Christ)
2. Perikop ini adalah untuk umat yang sudah percaya kepada Kristus dan bertujuan untuk meneguhkan dan mengingatkan mereka bagaimana harus bersikap sebagai orang yang telah menerima anugerah keselamatan.

Negara : (melalui perikop ini kita akan membahas…)
Menghargai anugerah Allah dengan sungguh sungguh beribadah kepada-Nya

Pembahasan :

Menghargai anugerah Allah

Anugerah Allah adalah pemberian dari Tuhan bagi manusia.
Anugerah Allah itu diberikan cuma cuma hanya karena kasih-Nya. 
Tetapi sekalipun diberikan cuma cuma, anugerah bukanlah pemberian murahan yang diberikan Allah, karena kita tidak mungkin bisa mendapatkannya melalui usaha dan jasa kita. 

Anugerah Allah memang dapat dibagi menjadi 2, dan itu adalah anugerah umum dan anugerah khusus.
Anugerah umum (common grace) adalah anugerah Allah yang semua manusia bisa menerimanya dan menikmatinya, misalnya : sinar matahari, udara, atmosfir, dsb.
Anugerah khusus (saving grace) adalah anugerah yang Allah berikan HANYA kepada orang orang pilihan-Nya, misalnya anugerah keselamatan dalam Kristus.
 
Menurut perikop kali ini, kita dapat menemukan bagaimana penulis mengingatkan bahwa kita orang percaya adalah umat-Nya yang telah menerima anugerah khusus dari  Allah, melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus, yang dijelaskan sebagai berikut ;

1. Kita TELAH DATANG ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi (lihat ayat 22-24)
2. Kita TELAH MENERIMA kerajaan yang tidak tergoncangkan (lihat ayat 26-28)

Saudara saudari terkasih, 
Ketika dinyatakan bahwa kita TELAH DATANG DAN TELAH MENERIMA anugerah-Nya, betapa sungguh kita sangat bersyukur tiada terkira. 
Karena itu semua adalah jaminan yang kita terima HANYA dalam Kristus Tuhan. 
Dan kita telah dipastikan menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan dan jaminan keselamatan serta bisa hidup kekal bersama Allah Juruselamat. 
Tetapi apakah yang menjadi respon kita atas anugerah-Nya itu ?
Ya, respon itu akan dan harus nampak melalui cara pandang kita, sikap kita, perkataan kita dan juga perbuatan kita di setiap saat.

Anugerah ini, adalah semata-mata sebagai pernyataan kasih dan keadilan Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan kepada kita orang orang pilihan-Nya.
 
Yohanes 3:16 
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

dan juga dalam Efesus 2:8-9
8, Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

serta Roma11:6-7a.
6, Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.
7a, Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya.

Jadi sekarang, apa respon kita seharusnya setelah dipastikan menerima anugerah Allah itu ?
Ya, kita harus sungguh sungguh berbakti kepada-Nya.

Aplikasi : (Jadi umat Tuhan, perhatikanlah akan hal ini….)
Karena anugerah-Nya teramat mulia dan telah diberikan pada kita, maka hendaklah kita sungguh menyatakan rasa terima kasih dan penghargaan kita dengan sungguh sungguh berbakti kepada Allah, Pencipta semesta alam.

Dengan sungguh sungguh berbakti hanya kepada Allah

Bakti memiliki arti: 
Perbuatan atau penyataan taat dan setia terhadap Allah atau Tuhan dengan jalan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Sudahlah sepatutnya, kita yang telah menerima anugerah-Nya, menyatakan rasa terima kasih dan syukur kita, dengan sungguh sungguh berbakti kepada Allah, dan itu harus dapat ditunjukkan melalui cara berpikir kita, sikap, perkataan dan perbuatan yang berkenan kepada Allah.

Hal ini juga dijelaskan dan dipertegas oleh penulis Ibrani dengan mengingatkan bahwa hendaklah bakti kita ditunjukan dengan,
1. Jangan menolak Dia, apalagi sampai berpaling dari Dia yang berbicara dari Sorga, ayat 25
2. Mengucap syukur, ayat 28 
3. Beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut, ayat 28, karena Allah kita adalah api yang menghanguskan, ayat 29

Jangan menolak Dia, apa lagi berpaling dari Allah adalah suatu kemutlakan dan harus menjadi komitmen kita umat-Nya.
Karena penolakan mengandung hukuman apalagi bila kita berpaling dari-Nya.

Mengucap syukur bukanlah hanya bila kita berkata terima kasih pada Tuhan saja tetapi juga harus terekspresi melalui cara berpikir, sikap, perkataan dan perbuatan kita.

" Meski saya tidak suka datang ibadah dan tidak rajin baca Alkitab ataupun berdoa, saya selalu bersyukur kepada Tuhan kok tiap waktu "
Pernyataan ini tentulah tidak membuktikan kehidupan bersyukur yang sesungguhnya.
Bersyukur haruslah terekspresi melalui semua hal yang disebutkan di atas.

Beribadah kepada Allah dengan cara yang berkenan kepada Allah, dengan hormat dan takut akan Allah adalah kemutlakan dari tindakan umat-Nya yang menjalankan cara hidup yang sungguh taat pada perintah perintah dan ajaran ajaran Tuhan dengan rasa hormat disertai hati yang takut akan Allah.

Beribadah bukanlah hanya menyangkut seremoni dan sakramen saja tetapi ibadah itu harus dilakukan tiap saat di dalam kehidupan sehari-hari kita.
Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kepada gereja-Nya, para pemimpin gereja, para rohaniawan, para pengajar dan semua pelayan-Nya, serta seluruh umat yang percaya kepada-Nya, marilah kita melakukan ibadah kita dengan cara yang berkenan kepada-Nya melalui menjalankan pemberitaan Injil, juga mendidik dan membina iman dan pengetahuan jemaat. 
Karena ini adalah perintah Tuhan bagi semua umat-Nya.
Dan jemaat juga haruslah mau memberi diri untuk sungguh sungguh belajar firman tiap saat, dengan cara yang berkenan kepada Allah. Inilah ibadah yang benar. 

Aplikasi :
Hendaklah kita umat-Nya memperlihatkan bakti kepada Allah dengan sungguh sungguh menjalankan perintah perintah dan ajaran ajaran-Nya.

Sdr/i terkasih, 
Sudahkah kita sungguh sungguh bersyukur dan berbakti kepada Allah dengan cara yang berkenan, penuh hormat dan takut akan Allah, yaitu dengan hidup taat dan setia melakukan kehendak-Nya ?

AMIN
SOLI DEO GLORIA
TUHAN MEMBERKATI KITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PRESENTASI MATHETES, YESAYA 2:1-5, OLEH IBU LANNIWATY

Kelompok Mathetes 08 November 2022 Perikop : Yesaya 2 : 1-5 NEGARA : Menantikan penggenapan janji Allah, dengan berjalan di dalam terang-Nya...