"HIDUP DALAM DAMAI SEJAHTERA KRISTUS" (KOLOSE 3:5-17) (VIDEO)
Shalom, Bapak Ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus, sadar gak kalau Tuhan kita senang dengan keanekaragaman. Bayangkan kalau Tuhan menciptakan bunga hanya warna kuning saja, silau man… ^-^. Puji Tuhan ada beragam warna sehingga kita bisa melihat keindahan dan keharmonisan di dalam keragaman itu. Indonesia juga terdiri dari beragam budaya, suku, ras dan agama, dunia yang Tuhan ciptakan juga terdiri dari berbagai macam suku bangsa, ras, dan agama. Dalam keanekaragaman yang Tuhan ciptakan ini, Tuhan menginginkan adanya persatuan/keharmonisan. Kita semua juga menginginkan semua untuk hidup harmonis / damai satu dengan yang lain, tanpa konflik satu dengan yang lain. Namun apa kenyataannya yang kita lihat saat ini, konflik ras, suku dan agama sangat mudah terjadi, sudah banyak terjadi , dan masih banyak terjadi hingga saat ini. Konflik perang antara Rusia dan Ukraina masih belum juga berakhir sampai saat ini, Israel dan Palestina juga masih berkonflik hingga hari ini dan kita dibayang-bayangi dengan konflik yang terjadi antara China dan Taiwan. Belum lagi konflik-konflik yang terjadi didalam Indonesia sendiri. Bapak Ibu yang terkasih dalam Tuhan, perikop bacaan kita, pada ayat 15, Paulus menasihatkan agar hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu. Damai sejahtera yang dimaksud adalah damai yang terjadi karena ketiadaan konflik. Karena Adam dan Hawa manusia berkonflik dengan Allah, dan oleh darah salib Kristus kita diperdamaikan oleh Allah (Kolose 1:20 – dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus). Damai sejahtera Kristus adalah damai sejahtera yang sudah Yesus kerjakan bagi kita melalui salib. Dan kita sebagai orang-orang percaya yang sudah menerima Yesus, dinasihati untuk turut ambil bagian dalam damai yang sudah Kristus bawa dan Kristus hadirkan dengan ikut bersama dalam kematian Kristus. Sehingga kita mengalami pendamaian dengan Allah, mengalami damai sejahtera Kristus, dan mengalami Kristus itu sendiri. (kita sering mendengar orang-orang yang bersaksi, saat mereka menerima Kristus dalam hidupnya mereka mengatakan merasakan damai yang mereka belum pernah rasakan sebelumnya, dan itu pula yang saya rasakan saat setelah saya menerima Kristus). Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu. Memerintah dalam Bahasa Yunani merujuk pada Raja yang harus membuat keputusan diantara beberapa pilihan yang ada, sehingga pada saat damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita, kita mengijinkan damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita dan menjadi factor penentu dalam kita membuat keputusan, disaat kita dihadapkan pada beberapa pilihan. Dan dalam psikologi Yahudi dikatakan bahwa hati adalah kendali/setir yang mengendalikan kehidupan kita karena dari hati terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Sama seperti Bapak/Ibu menyetir mobil, mengendalikan mau dibawa kemana mobil itu, hati juga menjadi kendali/setir, mau dibawa kemana kehidupan kita ini. Kiranya damai sejahtera Kristus yang menjadi factor penentu dalam setiap keputusan kita dan yang juga menjadi kendali, sehingga kehidupan kita memancarkan damai sejahtera Kristus. Sehingga dalam menjalani hidup ini, segala yang kita putuskan, tindakan yang kita ambil bisa memiliki kualitas damai sejahtera Kristus. Sehingga dengan kualitas hidup seperti itu, kita akan hidup dalam damai satu dengan yang lain. Hidup yang menghadirkan damai, hidup dalam satu kesatuan yang tidak membeda-bedakan (Bhinneka Tunggal Ika). Dan dalam usaha kita menghadirkan damai, sebagai orang-orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi Allah, kita dinasihatkan untuk mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabar satu dengan yang lain dan saling mengampuni satu dengan yang lain. Dan kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Ay 16 mengatakan hendaklah Perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya diantara kamu, dalam New Jerusalem bible – let the message of Christ, in all its richness, find a home with you. Hendaklah perkataan Kristus menemukan sebuah rumah / mendapatkan tempat untuk diam di dalam setiap kita. Kita semua juga tahu bahwa, perkataan Kristus/Firman Tuhan itu sangat kaya. Kita mengenal ada istilah BGA – baca gali Alkitab, Firman Tuhan tidak hanya dibaca, tapi harus digali untuk mengetahui kedalaman dan kekayaannya. Ada istilah PA - pemahaman Alkitab, Firman Tuhan tidak hanya dibaca tapi kita belajar untuk memahami seperti yang kita lakukan melalui KPA ini. (sharing waktu ikut PA di Gki cikarang). Dan perkataan Kristus dan segala kekayaannya yang sudah menemukan tempat di dalam kita, tidak hanya diam tetapi dalam lanjutan ayat 16 dikatakan, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain. 2 Timotius 3:16 – segala Tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Teguran dan ajaran dari firman Tuhan itu yang akan terus menerus mengingatkan kita untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi yang ada dalam diri kita, seperti yang tertulis dalam ay 5 – percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala dan mendatangkan murka Allah. Teguran dan ajaran itu juga menasihatkan kita untuk membuang segala amarah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulut, dan tidak saling mendustai (ay8). Dan sebagai umat pilihan Allah yang sudah dikuduskan dan dikasihi, kita dinasihatkan untuk menanggalkan manusia lama serta kelakuannya dan mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui (yang masih berproses sampai hari ini). (Bpk/ibu tahu saya seperti sekarang ini, tapi dahulu …) Proses terus menerus diperbaharui adalah supaya kita memperoleh pengetahuan yang benar seperti gambaran Khaliknya yang Tuhan mau sebagai pencipta kita. Dan sebagai orang-orang percaya yang sudah diperdamaikan oleh Allah melalui Yesus Kristus dan yang telah menerima pengampunan dosa akan hidup dengan hati yang dipenuhi rasa syukur. 3 kali kata syukur diungkapkan dalam perikop bacaan kita ini (ay 15 - bersyukurlah, 16 & 17 – mengucap syukur). Hati yang penuh rasa syukur akan lebih mudah untuk mengasihi, untuk sabar satu dengan yang lain dan untuk mengampuni. Kita beribadah dan bersekutu juga salah satunya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala apa yang baik yang sudah Tuhan kerjakan bagi kita. Dan melalui ibadah dan persekutuan, selain kita mendengar Firman Tuhan yang mengajar dan menegur, kita juga mengungkapkan syukur dengan menaikkan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani. Hidup dengan hati yang dipenuhi rasa syukur membuat kita lebih mudah dalam mengungkapkannya melalui puji-pujian, nyanyian rohani dan mazmur. Hati yang bersyukur juga sadar bahwa Tuhan yang sudah lebih dulu mengampuni dan mengasihi. Kasih Allah menjadi dasar, pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan panggilan kita menjadi satu tubuh sebagai gereja dengan Kristus sebagai kepala-Nya. Kristus menjadi pusat dari semua aspek kehidupan kita, Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu (ay 11). Kiranya kita sebagai gereja, sebagai komunitas orang-orang percaya, yang sudah dipilih, dikuduskan dan dikasihi, yang sudah diperdamaikan oleh Allah melalui salib Kristus, yang telah mengalami Kristus, kita saling mengingatkan untuk menghadirkan damai sejahtera Kristus dan saling mengingatkan agar dalam semua aspek kehidupan yang kita lakukan, baik melalui pikiran, perkataan dan perbuatan, kiranya kita melakukannya di dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang adalah pusat, yang adalah kepala gereja. Sehingga hidup yang kita jalani adalah hidup bagi Yesus yang terpancar dari hati yang dipenuhi oleh rasa syukur. Amin. Bogor, 16 Agustus 2022 (WS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar